Total Pageviews

Friday, 2 May 2014

Perkembangan Pasar Modal Indonesia 2014

Jakarta, 2 Mei 2014 
Tiga tahun sudah berlalu semenjak artikel Sekilas Perkembangan Pasar Modal Indonesia 2011 dimuat di blog ini (lihat tautan terkait dibawah).  Sejauh mana  perkembangan pasar modal Indonesia   dalam 3 tahun ini, berikut ini adalah informasinya:

Per April 2014, jumlah emiten di Bursa Effek Indonesia (BEI) mencapai sekitar 494, hanya bertambah 29 emiten atau hanya naik sekitar 1,06 % dari 465 emiten pada April 2011. Masih kalah jauh dibanding dengan jumlah emiten di Malaysia saat ini  yang mencapai lebih dari 900  dan Singapura yang lebih dari 1.000.

Nilai seluruh saham yang beredar dan diperdagangkan atau kapitalisasi pasar para emiten di BEI saat ini sekitar 4.700 – 4800  trilliun rupiah  atau  naik sekitar 40 - 43 % dari  3.350 trilliun rupiah pada April 2011.

Dari nilai rata2 transaksi perdagangan harian  sekitar 6,5 trilliun rupiah pada tahun 2013, diperkirakan porsi investor lokal meningkat  menjadi 40%,  naik dari sekitar 33% pada tahun 2011. Sedangkan porsi investor asing menyusut menjadi 60% dari 67 % pada tahun 2011. Walaupun investor asing masih mendominasi, peningkatan porsi investor lokal mungkin dapat menjadi pertanda positif bahwa investor lokal lebih percaya diri dalam menanamkan dan memutar uangnya di pasar modal Indonesia.

Sebuah fenomena yang juga patut dicerrmati adalah indeks harga saham gabungan yang tidak serta merta  turun walaupun investor asing lebih banyak menjual daripada membeli (net sell), atau sebaliknya: tidak serta merta naik jika asing lebih banyak membeli daripada menjual (net buy). Apakah ini pertanda bahwa investor lokal lebih teredukasi dan lebih percaya pada penilaian dan analisa mereka sendiri daripada sekedar mengikuti tindakan jual beli investor asing atau dengan kata lain, secara kiasan, “ hanya berdansa mengikuti irama musik mereka (investor asing)?” Sulit dikatakan. Tetapi jika benar, ini dapat berarti kualitas investor lokal lebih meningkat.

Bagaimana dengan peningkatan kuantitas? Jumlah investor lokal di BEI saat ini baru sekitar 400.000. Tidak meningkat signifikan dari 3 tahun lalu yang sekitar 330.000. Sangat kecil secara persentase dari jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 235 jutaan. Juga  sangat kecil jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura secara persentase jumlah penduduk.  

Dana yang diraup pasar modal Indonesia dari IPO sekitar 30 perusahaan dan penerbitan obligasi sepanjang tahun 2013 adalah sekitar 97 trilliun. Angka ini didominasi oleh penerbitan obligasi sebesar 52 trilliun. Dibandingkan dengan total kredit perbankan yang sebesar 3.293 trilliun sepanjang tahun 2013, angka ini sangat kecil. Ini mencerminkan peran pendanaan lewat pasar modal di Indonesia masih jauh dari signifikan.

Pasar modal Indonesia juga mencatat fenomena seorang investor ritel bernama Lo Kheng Hong yang dianggap sebagai Warren Buffet nya Indonesia. Dia diberitakan meraup keuntungan investasi ribuan, bahkan sampai puluhan ribu, persen dan menjadi kaya raya dari pasar modal Indonesia dengan strategi investasi jangka panjangnya yang berdasarkan analisa fundamental. Jika  benar, ini menegaskan sekali lagi keabsahan analisa fundamental dan strategi jangka panjang untuk saham di tengah arus utama edukasi analisa saham masa kini yang hanya bersifat teknikal semata dan berlandaskan strategi jual beli jangka yang sangat pendek.

Admin 

Posting terkait: