Jakarta, 31 Januari 2013
Tahun 2012 sudah berlalu. Para investor ritel menutup buku
untuk periode investasi tahun ini dan mengevaluasi kinerja portfolio sahamnya.
Mereka akan membandingkan kinerja portfolionya dengan investasi sejenis yang dikelola oleh para profesional,
yakni reksadana saham.
Kenaikan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) selama periode
2012 sebesar 12,94%. Sedangkan kinerja rata2 reksadana saham selama periode ini
hanya sekitar 10–11%, masih dibawah kinerja IHSG. 26 reksadana saham mencetak
kinerja diatas sedangkan 51 dibawah kinerja IHSG.
Inflasi tahunan 2012 adalah 4,3% (Sumber: Badan Pusat Statistik/BPS) dan bunga deposito setahun perbankan Indonesia sekitar 4-6%. Dengan memperbandingkan angka2 ini dan kinerja IHSG, tidak layak kiranya menyebut reksadana saham yang kinerjanya dibawah IHSG atau bunga deposito setahun, apalagi inflasi tahunan. Karena hanya mencerminkan kinerja yang buruk dan pengelolaan yang tidak profesional.
Berikut ini
adalah beberapa reksadana saham terbaik dengan imbal hasil setahun (2012) yang
mengalahkan kinerja IHSG (Sumber: KONTAN, 28 Desember 2012):
Reksadana Imbal
Hasil (%)
SAM
Indonesian Equity Fund 42,18
Syailendra
Equity Opprtunity Fund 28,23
Tram Equity
Focus 24.33
BNP Paribas Solaris 23.67
0SK Nusadana Alpha Sector Rotation 23.29
Tentu saja kinerja cemerlang yang hanya setahun belum dapat dijadikan acuan untuk memilih reksadana saham. Yang diperlukan adalah konsistensi kinerja yang baik di-tahun2 sebelum dan berikutnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa kinerja cemerlang sebuah reksadana saham tidak hanya berdasarkan faktor keberuntungan semata
Admin