Total Pageviews

Thursday, 26 January 2012

Mitos #1: Investasi Saham = Judi



Jakarta, 26 Januari 2012
Banyak yang menyamakan investasi saham dengan judi.  Analogi ini  berdasarkan pendapat bahwa investasi saham mengandung unsur spekulasi dan/atau risiko yang tinggi mirip dengan judi. Fluktuasi harga saham di pasar modal juga seakan menopang pendapat ini.
Sejatinya, tiada jenis investasi apapun didunia ini yang sepenuhnya bebas dari unsur2 ini, baik investasi keuangan maupun riil. Tergantung bagaimana kita memperlakukannya, instrumen2 dan/atau peluang2 investasi dapat berupa menjadi ajang spekulasi dan meja judi. Siapa yang menjamin, dengan berbisnis kita tidak berspekulasi dan mengambil risiko serta pasti untung?

Permainan Nihil
Tetapi ini bukanlah masalah yang ingin dibahas disini. Yang menjadi perbedaan utama antara investasi saham dan judi adalah pada hasil akhirnya. Judi adalah permainan nihil (zero-sum game). Keuntungan pemenang merupakan kerugian pecundang. Dengan kata lain, judi tidak memungkinkan sebuah situasi menang-menang (win-win). Bagaimana dengan investasi saham?
Investasi saham memungkinkan hal ini, sebuah saham yang dibeli pada harga pasar Rp 1.000 oleh investor X setelah sekian waktu harga pasarnya naik menjadi Rp 1.500 dan dijual pada investor Y. Setelah sekian waktu lagi harga pasarnya naik lagi menjadi Rp 2.000 dan dijual oleh investor Y ke investor lainnya. Dalam kasus ini baik investor X maupun Y masing2 sebagai penjual dan pembeli saham tersebut meraih keuntungan Rp. 500 dari investasinya.
Horison investasi dan kemungkinan hold
Tentu saja  trend harga saham yang naik terus hanya dimiliki oleh saham2 dengan dengan fundamental yang baik dan prospek yang cemerlang serta memiliki valuasi yang murah,  dengan kata lain, masih dibawah nilai wajarnya (undervalued). Salah satu kegiatan investasi untuk mengurangi unsur spekulasi dan risiko adalah melakukan riset dan analisa untuk menemukan saham2 seperti ini.
Lebih dari itu, jika kita berinvestasi, tentu kita berbicara tentang horison waktu yang jauh lebih panjang dibandingkan dengan spekulasi atau judi. Horison waktu yang panjang memungkinkan kita untuk tetap mengempit/menahan (hold) saham  yang kita beli dengan mengabaikan fluktuasi2 harga jangka pendek dan hanya menjualnya jika harga sudah mencapai target yang berkisar pada nilai wajar saham. Kemungkinan Ini juga yang membedakan antara saham dan judi.

2 comments:

Dani Wahyu said...

Thanks infonya. Oiya saya juga nemuin nih beberapa mitos yang bikin kita jadi enggan untuk investasi. Temen-temen bisa cek di sini ya: Mitos yang bikin enggan investasi

Mujaitun Tukiman said...

saya suka artikelnya https://www.cekaja.com/info/kelebihan-pinjaman-cepat-melalui-cekaja-com