Total Pageviews

Monday, 11 July 2011

Fase2 Pendanaan




Jakarta, 11 Juli 2011
Modal, dalam pengertian sebagai financial capital, adalah salah satu satu faktor produksi ekonomi yang memegang peranan penting dalam proses produksi barang dan jasa, disamping faktor2 produksi lainnya seperti sumber daya alam (land) dan manusia (labour). Tanpa modal yang memadai, hampir mustahil seorang pengusaha (entrepreneur) memulai, menjalankan dan memperluas suatu bisnis. Tergantung pada fase (tahap) apa sebuah bisnis berada dalam siklus kehidupannya, kebutuhan dan sumber pendanaaan/permodalan dapat beragam.
Seed Phase

Fase yang awal sekali dari siklus kehidupan sebuah usaha atau bisnis secara harfiah disebut juga fase “penyemaian” (seed phase), karena fase ini ditandai dengan belum berproduksinya perusahaan. Pada fase ini, pengusaha hanya “menaburkan benih” dan bisnis membutuhkan waktu untuk bertumbuh. Fase ini  dimulai dengan pembuatan konsep bisnis, yang secara formalnya, dapat berupa sebuah Rencana Bisnis (Business Plan) yang rinci. Penyelesaian Rencana Bisnis disusul oleh pendirian perusahaan. Setelah perusahaan  didirikan, diadakan kegiatan pengembangan produk dan pembuatan prototype
Pada fase penyemaian ini, bisnis masih berupa konsep,  kelangsungan dan keberhasilannya masih menjadi tanda tanya besar. Karena risiko yang tinggi, biasanya pendanaannya berasal dari uang/modal pengusaha sendiri dan/atau dari angel investors, yakni investor2 yang mempercayai dan ingin membantu sang pengusaha untuk memulai usahanya. Angel investors ini, biasanya tapi tidak selalu, berasal dari teman2 dan keluarga pengusaha. Tujuan investasi mereka  lebih diutamakan untuk membantu pengusaha merealisasikan ide bisnisnya, daripada mengejar keuntungan dari dana yang mereka investasikan. Boleh dikatakan, mereka lebih “berinvestasi” pada pribadi si pengusaha daripada bisnisnya. Dari sanalah atribut “angel” itu berasal, karena mereka bagaikan para malaikat yang baik hati dengan tujuan investasi mereka yang altruistik. Istilah angel investor itu sendiri sebenarnya berasal  dari masa2 awal pertunjukan teater di Broadway, kota New York, Amerika Serikat. Ketika itu investor2 individu menyediakan pendanaan untuk produksi pertunjukan teater ,yang berjuang keras untuk mendapatkannya, agar dapat terlaksana. Investor2 individu ini begitu berani mengambil risiko untuk memulai bisnis awal  pertunjukan teater di Broadway. Karena itu mereka dianggap "malaikat".
Modal awal pada fase penyemaian ini atau seed capital biasanya tidak besar, mengingat pada fase ini perusahaan belum berproduksi. Modal terutama diperlukan untuk  pendanaan riset dan pengembangan produk serta untuk menutupi biaya operasional awal, hingga sebuah produk dan jasa dapat terjual dan mulai  menghasilkan pendapatan (revenue). Pada fase ini perusahaan masih menderita rugi karena hanya membukukan  pengeluaran dan belum menghasilkan pendapatan sama sekali.
Start-up Phase
Berdasarkan prototype yang sudah dibuat, pada fase berikutnya yang disebut fase start-up,  perusahaan mulai (start-up) berproduksi. Dari hasil produksi awal, pengusaha dapat mengembangkan produknya lagi dan menyempurnakannya dan baru kemudian berupaya  memperkenalkan serta menjual produk/jasanya pada konsumen. Pada fase ini pengusaha mulai membukukan penjualan (turnover) walaupun masih menderita rugi.
Kebutuhan dana investasi maupun operasional pada fase ini meningkat karena dimulainya produksi. Bagi pengusaha yang tidak memiliki akses ke bank dan pasar modal karena sejarah beroperasi perusahaan yang belum lama dan belum menuai keuntungan serta prospek usaha yang belum pasti, modal ventura (venture capital) dapat merupakan sumber pendanaan.  Modal ventura adalah dana yang sebagian besarnya berasal dari para venture capitalists. Venture capitalists adalah kumpulan dari  para investor2 kaya raya, bankir2 investasi serta lembaga2 keuangan yang menghimpun dana untuk investasi pada tahap ini yang tidak hanya mengandung risiko, tetapi sebaliknya juga potensi keuntungan yang besar. Disamping itu, modal ventura juga dapat termasuk keahlian manajerial dan teknis untuk menunjang perusahaan. 
Expansion Phase
Berhasilnya penjualan pertama membuat perusahaan membukukan pendapatan awal. Keberhasilan ini juga menandai penetrasi pasar dari produk/jasa perusahaan. Ketika  penjualan  perusahaan sudah dapat menutup biaya2 tetap (fixed costs) dan biaya2 variabel (variable costs) atau, dengan kata lain, sudah melebihi titik impas (break-even point), bisnis mukai menuai keuntungan.  Pada saat inilah pengusaha akan memikirkan expansi dari kapasitas produksi, melakukan inovasi2 produk yang lebih jauh serta memperluas pasar untuk meningkatkan keuntungan. Pada tahap ini, kebutuhan pendanaan yang lebih besar dibanding fase2 sebelumnya dapat dibiayai oleh perusahaan private equity. Dana dari perusahaan private equity sebagian besar dihimpun dari investor2 ritel yang kaya raya dan investor2 institusional untuk diinvestasikan langsung pada perusahaan2 tertutup (private companies) yang sahamnya belum diperdagangkan di pasar modal (bursa saham) atau juga pada perusahaan2 terbuka (publicly-listed companies) yang sahamnya sudah diperdagangkan dipasar modal. Dana biasanya digunakan untuk membiayai tehnologi baru, memperkuat modal kerja, ekspansi perusahaan serta akuisisi perusahaan lain dst. Investasi ke perusahaan terbuka dengan membeli sebagian besar saham dapat mengakibatkan keluarnya perusahaan tersebut dari pasar modal dan menjadi perusahaan tertutup (delisting).
Perusahaan private equity biasanya berusaha memperbaiki kinerja,  baik keuangan maupun non – keuangan, serta prospek perusahaan dimana dia berinvestasi dengan tujuan menjual kembali perusahaan tersebut ke perusahaan lain atau menjualnya di pasar modal melalui penjualan saham perdana (initial public offering/IPO) dan dengan cara ini memperoleh kembali dana yang dinvestasikan berikut keuntungannya. 
Selain dari IPO di pasar modal pada fase expansi lanjutan, alternatif pendanaan melalui mezzanine financing juga layak dijajaki. Mezzanine financing adalah campuran dari pendanaan sebagai hutang dan modal. Jenis pendanaan ini khas digunakan untuk membiayai ekspansi dari perusahaan yang sudah beroperasi. Pada dasarnya, mezzanine financing adalah pinjaman yang dalam hal pinjaman tidak dapat dibayar tepat waktu atau sesuai jumlah, kreditor mempunyai hak untuk mengkonversinya menjadi kepemilikan atau saham perusahaan. Karena mezzanine financing biasanya diberikan pada penerima pinjaman dengan proses yang cepat - hanya dengan sedikit uji tuntas (due diligence) dan tanpa atau dengan sedikit jaminan (collateral) dari penerima pinjaman - biasanya bunga dari jenis pendanaan ini sangat tinggi: sekitar 20-30% diatas inflasi atau secara riil per tahun. 
Admin 

Artikel terkait: 


Seed Financing Needed!
Equity Indonesia is looking for individual and/or institutional angel investor(s) to develop and transform the blog into commercial Indonesian stock portal and digital education media on equity investment and corporate management  in Bahasa Indonesia and English. Ideal investor(s) should come from media-related industry, however,   investor(s) from other industries are also welcome. Interested investor(s)  can contact the administrator at:

No comments: