Total Pageviews

Saturday, 12 November 2011

Investasi Saham: Mitos dan Realitas


 Jakarta, 12 November 2011
Memiliki kebebasan finansial dan menjadi kaya melalui pasar modal dengan berinvestasi saham mungkin adalah impian sebagian besar manusia. Cerita2 dari investor2 legendaris seperti Benjamin Graham,  Warren Buffet dan Peter Lynch banyak menginspirasi dan memotivasi para pelaku pasar modal dalam mengejar impiannya. Namun kekurangan pengetahuan, pengalaman serta ketrampilan dalam berinvestasi saham membuat pasar saham banyak dipengaruhi oleh mitos2  yang layak dipertanyakan kebenarannya. Berikut ini adalah beberapa mitos2 yang sering beredar dalam dunia investasi saham serta ulasannya:  

Mitos #4: Saham yang turun akan naik lagi atau sebaliknya
Mitos #5: Diversifikasi yang ekstensif akan mengurangi risiko

Baca ulasan2 dalam posting2 berikutnya. 
Administrator

      

Monday, 11 July 2011

Fase2 Pendanaan




Jakarta, 11 Juli 2011
Modal, dalam pengertian sebagai financial capital, adalah salah satu satu faktor produksi ekonomi yang memegang peranan penting dalam proses produksi barang dan jasa, disamping faktor2 produksi lainnya seperti sumber daya alam (land) dan manusia (labour). Tanpa modal yang memadai, hampir mustahil seorang pengusaha (entrepreneur) memulai, menjalankan dan memperluas suatu bisnis. Tergantung pada fase (tahap) apa sebuah bisnis berada dalam siklus kehidupannya, kebutuhan dan sumber pendanaaan/permodalan dapat beragam.

Monday, 13 June 2011

Manfaat dan Kontroversi PER




Jakarta, 13 Juni 2011 
PER adalah singkatan dari Price to Earning Ratio atau Perbandingan Harga dan Laba per tahun dari selembar saham. Misalnya jika harga pasar selembar saham Astra International Indonesia (kode saham: ASII) pada tanggal 31 Desember 2010 (akhir tahun) Rp. 54.550  dan laba per lembar saham (Earning per Share/EPS) tahun 2010 berdasarkan laporan keuangan pada tgl 31 Desember 2010 Rp. 3.549 maka PER saham ASII per 31 Desember 2010 adalah 54.550/3.549 = 15,37. PER yang  positif menandakan perusahaan mencetak laba sedangkan PER negatif menunjukkan perusahaan menderita rugi. Ini karena harga saham sebagai pembilang dari PER tidak mungkin negatif.